Tips Membangun Motivasi Menulis

Mengapa Membangun Motivasi Menulis?

Dalam segala hal kita perlu motivasi. Motivasi akan membangkitkan semangat dalam berbuat sesuatu. Tanpa motivasi, sesuatu memang tetap bisa dilaksanakan, tetapi kurang dapat feel dan juga hampa.

Ketika semangat terpompa, seseorang akan rela melakukan segala halnya supaya tujuan dari suatu kegiatan tercapai. Jadi, semangatnya menjadi tidak hanya melaksanakan sesuatu, tetapi sampai tahap melampaui tujuan dari sesuatu.

1. Mengubah perspektif atau sudut pandang

Kita sering beranggapan menulis susah, maka menulis menjadi susah. Mulai sekarang, ubah sudut pandang kita tentang menulis. Menulis itu mudah. Menulis sudah kita lakukan sejak kecil. Tinggal mengasahnya agar semakin bagus dari waktu ke waktu.

Tuangkan semua ide yang ada di kepala. Jangan pikirkan dulu apakah ini sesuai kaidah atau tidak. Jadilah diri sendiri ketika menulis. Jangan ingin seperti penulis A atau penulis B. Sekadar contoh boleh saja, tetapi jangan meniru sepenuhnya. Jadilah kreatif, gunakan segala keunikan dalam diri untuk menuangkan gagasan dalam tulisan.

2. Sugesti menulis itu mudah

Kamu bisa mengatakan bahwa menulis itu mudah atau saya akan menjadi penulis profesional dan bermanfaat.

Sugesti ini akan mengendap di alam bawah sadar dan harapannya kita akan selalu ingat bahwa menulis penting untuk hidup kita. Sugesti akan membuat motivasi menulis semakin meningkat.

Baca Juga  Langkah Awal Menulis Buku

3. Menulis semudah update status

Pernah update status Facebook, Twitter, atau nulis takarir di Instagram kan? Nah, itu sudah latihan nulis.

Lanjutkan latihan menulis dengan berpikir bahwa menulis itu semudah update status lho. Menulislah layaknya warganet maha benar yang berkomentar pedas. Nah, kamu bisa latihan menulis dengan berkomentar. Namun, selalu ingat bahwa menulis yang baik adalah menulis yang mengarahkan kepada kebaikan.

4. Ingat tujuan awal menulis

Apa tujuanmu menulis? Apa pun itu sebisa mungkin tuliskan. Entah di buku catatan, catatan gawai, atau di kertas tempelan yang bisa kamu lihat setiap bangun tidur atau ketika berada di meja belajar.

Dengan ingat tujuan menulis, kita akan makin termotivasi untuk segera menulis. Kalau sedang tidak semangat? Ingat lagi untuk apa kamu mulai menulis.

5. Suka tantangan

Biar enggak stagnan dan gitu-gitu aja, kita perlu tantangan. Bayangkan kalau menulis tanpa tantangan, gimana? Pastinya cepat bosan dan juga capek.

Tantangan membuat diri terpacu mencari cara, melakukan segala halnya dengan maksimal. Kemampuan problem solving kita juga makin terasah pada akhirnya. Contoh tantangannya adalah bulan ini harus tembus tulisan di surat kabar A. Bulan depan tulisan bisa tembus redaksi media daring B.

6. Bentuk wahana yang mendukung

Wahana di sini sangat beragam. Kalau kamu punya blog, menulislah di blog. Sebarkan ilmu dan karya di sana.

Buat kamu yang ikut organisasi, coba tulis sesuatu agar dimuat di mading atau buletin organisasi.

7. Gabung komunitas menulis

Saat ini begitu mudah menemukan komunitas menulis. Contohnya kelas ini. Masih banyak kelas daring maupun luring lain yang fokus pada literasi atau menulis pada khususnya. Kamu bisa bergabung di sana.

Baca Juga  Masih Serius Jadi Penulis

Selain dapat ilmu, kamu juga akan dapat relasi yang sangat berharga untukmu di masa mendatang. Kamu juga berkesempatan dapat mentor dan nulis bareng anggota komunitas, menarik bukan?

8. Cari suasana berbeda

Kalau biasanya nulis di kamar, coba nulis di ruang tamu atau kafe atau perpustakaan. Suasana yang berbeda biasanya membawa aura dan semangat berbeda untuk menulis.

Kadang kita berhenti menulis karena bosan berada di satu tempat yang sama berjam-jam, bahkan berhari-hari.

9. Lengkapi bahan yang diperlukan

Perbanyak referensi dengan membaca buku, bertanya kepada mentor atau ahli. Jangan lupa untuk mengorganisasi semua referensi dengan rapi agar lebih mudah ketika akan dipakai dalam menulis.

10. Menemukan kembali sumber inspirasi

Kamu pasti punya penulis favorit kan? Nah, coba baca kisahnya sehingga bisa sesukses hari ini lewat menulis. Dari sana, kamu akan tahu betapa untuk menggapai apa pun tidak ada yang diperoleh secara instan dan tiba-tiba. Semua butuh proses.

11. Manajemen waktu menulis

Kamu harus tahu kapan harus mulai menulis dan kapan harus beristirahat yang cukup. Terlalu forsir diri untuk menulis sampai lupa istirahat kurang baik. Salah-salah, kamu bisa jatuh sakit. Terlalu lama beristirahat juga kurang baik karena terlalu nyaman dengan istirahat dan malas melanjutkan menulis. Seimbanglah dalam mengatur waktu.

Nah, itulah lebih kurang 11 tips untuk membangun motivasi menulis supaya cita-cita kita menjadi penulis profesional dan bermanfaat tidak kandas di tengah jalan. Selamat mencoba dan share juga dong tips dari kamu di kolom komentar supaya motivasi menulis terus membara dari waktu ke waktu. Terima kasih.