Produksi Podcast – Rangkuman Kelas Siberkreasi Batch 3 Sesi 3

Produksi Podcast - Rangkuman Kelas Siberkreasi Batch 3

Pemateri tema produksi podcast adalah Andry Joe Novaliano. Beliau adalah seorang sound engineer yang menekuni audio editing sejak 2009 hingga sekarang.

Secara umum, proses produksi podcast ada tiga tahap, yaitu tahap rekaman, editing, dan terbit.

Untuk perekaman podcast hendaknya memperhatikan lokasi. Usahakan berada di tempat tertutup, kecil, hindari ruang kosong. Jadi, bisa menggunakan latar belakang rak buku misalnya karena akan membantu menyerap suara agar suara tidak menggema.

Cara sederhana mengecek apakah ruangan menggema atau tidak dengan tepuk tangan. Cukup sekali atau dua kali. Dengarkan apakah ada pantulan suara dari tepuk tangan tadi. Kalau tidak ada berarti ruangan aman untuk rekaman.

Jauhkan diri dan alat rekam dari alat elektronik yang memicu suara atau listrik statis.

Merekam podcast dengan baik sejak awal akan lebih baik daripada sekadar langsung merekam tanpa memperhatikan hal-hal di atas. Karena editing akan lebih mudah dan tidak berat ketika rekaman dilakukan sesempurna mungkin. Maka, alokasikan juga waktu untuk merekam. Misal setengah jam sampai satu jam.

Alokasikan juga waktu untuk merekam dengan durasi sekian detik untuk mengecek apakah hasil rekaman cukup baik atau ada yang perlu diperbaiki. Misalnya jarak mic ke mulut, dan sebagainya. Kalau sudah bagus, silakan dilanjutkan merekam.

Bisa juga untuk melakukan rekam kosong. Maksudnya merekam tanpa berbicara apa pun. Hasil rekaman ini bisa digunakan untuk menambal bagian yang misalnya ada noise selama rekaman. Bisa juga dijadikan layer rekaman suara ketika editing.

Untuk jarak mulut dengan mic usahakan dekat, tetapi tidak berhadapan langsung dengan mic. Hal ini untuk menghindari suara nafas dari hidung dan mulut. Lebih baik kalau bisa memakai pop filter yang menjembatani antara mulut dengan mic.

Baca Juga  Hasil Diskusi Malang Kota Sumuk di @ngalambookfest

Untuk perekaman memakai gawai, cek dahulu sisi mana dari gawai yang paling bagus untuk rekaman. Apakah sisi bawah, kanan, kiri, atau atas. Posisi terbaik adalah seperti ketika menelepon. Bisa juga gawai dimasukkan ke kaos kaki kemudian baru rekaman. Kaos kaki berfungsi sebagai pop filter.

Untuk rekaman, bisa dibagi ke tiga bagian yaitu pembuka, isi, dan penutup. Mengapa dipisah? Agar lebih memudahkan kalau misalnya ingin memberi musik latar belakang atau musik jeda antar bagian. Kalau ingin sekali rekaman semua bagian pun tidak masalah.

Untuk editing suara bisa memakai aplikasi Audacity di desktop. Ada banyak fungsi dari berbagai menu yang ada misal Zoom in dan Zoom out, split untuk memotong, kompressor untuk memberi efek suara agar padat.

Kami juga diajari cara menghilangkan noise pada rekaman dalam beberapa langkah mudah. Selain aplikasi Audacity, bisa juga memakai aplikasi Cool Edit Pro atau Adobe Audition.

Lokasi menarik yang bisa dicoba untuk rekaman adalah di dalam lemari atau di dalam mobil. Yang paling penting dari semua itu adalah pesan sampai kepada pendengar.

Untuk rekaman dua orang atau lebih bila jarak jauh bisa memakai Anchor with Friends. Kuncinya adalah bergantian agar suara tidak bertabrakan. Bisa juga memakai Zoom, nanti diambil file suaranya. Bisa juga memakai Google Meet, WhatsApp Call, Zencastr.com, atau rekaman voice note yang nantinya bisa digabungkan saat editing.

Itulah rangkuman kelas podcast Siber Kreasi Batch 3 Sesi 3 pada Sabtu, 20 Februari 2021 pukul 10 sampai 12 siang. Semoga bermanfaat.

Keep inspiring through writing!

#podcast #kelassiberkreasi #siberkreasibatch3 #kemenkominfo #podcaster #thepodcasterindonesia

Related posts